Waspadai !!! dengan bertambahnya  usia, laki-laki berpotensi mengalami pembesaran kelenjar prostat

Kelenjar prostat merupakan sebuah kelenjar berukuran kecil yang terletak pada rongga pinggul antara kandung kemih dan penis yang menghasilkan cairan, dimana cairan tersebut berfungsi untuk menyuburkan dan melindungi sel-sel seprma. Pada saat terjadi ejakulasi, prostat akan berkontraksi sehingga cairan tersebut akan dikeluarkan bersamaan dengan sprerma, hingga menghasilkan cairan semen.

Kelenjar prostat adalah organ tubuh pria yang paling sering mengalami pembesaran, baik jinak maupun ganas. Pembesaran prostat jinak atau Benign Prostatic Hiperplasia yang selanjutnya disingkat BHP merupakan penyakit tersering kedua penyakit kelenjar prostat di klinik urologi di Indonesia. Kelenjar periuretra mengalami pembesaran, sedangkan jaringan prostat asli terdesak ke perifer menjadi kapsul.

Meskipun tidak bersifat kanker apabila dibiarkan berbahaya bagi kesehatan, karena penderita yang mengalami BHP biasanya mengalami hambatan pada saluran air seni atau uretra didekat pintu masuk kandung kemih sehingga secara otomatis pengeluaran air seni akan terganggu. Apabila jepitan pada uretra meningkat maka pancaran air seni akan melemah dan semakin sulit keluar, bahkan dapat  mendadak terhenti. Hal tersebut mengakibatkan muncul rasa nyeri hebat pada perut dan dalam keaadaan tersebut mengakibatkan terjadinya infeksi pada kandung kemih. Kalau sudah terjadi infeksi , aliran seni akan terhenti dan untuk mengeluarkannya harus menggunakan kateter yang mengakibatkan penderita mengalami rasa sakit serta tidak nyaman. Jika lebih parah lagi akan dilakukan pemotongan pada kelenjar prostat.

Selain itu komplikasi lain adalah pembentukan batu vesika akibat selalu terdapat sisa urin setelah buang air kecil, sehingga terjadi pengendapan batu. Bila tekanan intra vesika yang selalu tinggi tersebut diteruskan ke ureter dan ginjal, akan terjadi hydroureter dan hidronefrosis yang akan mengakibatkan penurunan fungsi ginjal

Penyebab BPH belum diketahui secara pasti, tetapi sampai saat ini erat kaitannya dengan proses penuaan karena BPH akan timbul seiring bertambahnya usia.

Dengan bertambahnya usia mengakibatkan penurunan kadar hormon pria, terutama testosteron. Hormon Testosteron dalam kelenjar prostat akan diubah menjadi Dihidrotestosteron (DHT). DHT inilah yang kemudian secara kronis merangsang kelenjar prostat sehingga membesar.

Ada beberapa gejala-gejala yang biasanya dirasakan oleh penderita pembesaran prostat jinak atau Benign Prostatic Hiperplasia yang, yaitu :

  1. Rasa ingin berkemih atau sering kencing, terutama pada malam hari, bahkan ada kalanya tidak dapat ditahan
  2. Pancaran air seni melemah
  3. Aliran urine tersendat-sendat dan merasa tidak tuntas setelah berkemih
  4. Mengejan pada waktu berkemih
  5. Sulit mengeluarkan urine
  6. Nyeri saat buang air kecil
  7. Mengeluarkan urine yang disertai darah

Apabila anda mengalami gejala seperti tersebut diatas, jangan dibiarkan berlarut-larut, segera periksakan ke medis agar segara teratasi.

TIPS MENGATASI PEMBESARAN PROSTAT
Benign Prostatic Hiperplasia (BHP)

  1. Menjalankan pola hidup yang sehat dengan konsumsi makanan yang sehat dan bergizi
  2. Istirahat cukup serta mengelola stres
  3. Olahraga teratur, misalnya dengan berjalan kaki
  4. Hindari minum apapun dua jam sebelum waktu tidur untuk menghindari meningkatnya frekuensi buang air kecil dimalam hari agar tidak mengganggu waktu tidur
  5. Hindari merokok
  6. Hindari menahan buang air kecil
  7. Makanan atau minuman yang perlu dihindari : minuman beralkohol, kafein, gorengan, makanan berlemak
  8. Makanan yang dianjurkan : singkong 1 potong per hari, tomat yang berwarna merah (bisa direbus, atau ½ buah digoreng dg sedikit minyak dan ½ dimakan mentah), beras merah, gandum, brokoli, kubis, lobak, apel, ikan, dging ayam tanpa lemak, wortel, labu siam, terong, gambas atau oyong, dan lain-lain
  9. Resep rebusan seledri dan kenikir

Solusi produk bisa dipilih salah satu atau kombinasi:

  1. Teh Manggata, apabila tidak ada gangguan lambung atau pencernaan (lihat petunjuk pemakaian)
  2. M-PRO (lihat petunjuk pemakaian)
  3. MP5 apabila disertai dengan gangguan tekanan darah rendah, atau sudah mengalami komplikasi seperti juga menderita kanker, liver, dan lain-lain (Lihat petunjuk pemakaian)