Kecerdasan mayoritas diyakini sebagai bakat atau warisan dari kedua orang tua, benar tidaknya hal tersebut hingga saat ini masih menjadi perdebatan.

Namun lepas dari semua itu, seandainya benar bahwa kecerdasan dipengaruhi oleh faktor genetik khususnya dari seorang ibu, agar berkembang dengan baik tetap perlu dipacu. Meskipun seorang anak memiliki kecerdasan yang tinggi tidak akan berkembang secara optimal apabila tidak mendapatkan stimulus serta asupan nutrisi yang tepat.

Sebailknya anak dari orang tua yang memiliki IQ biasa pun bisa menjadi anak yang cerdas apabila mendapatkan gizi yang seimbang dan stimulus yang tepat. Banyak faktor yang perlu kita perhatikan agar otak anak berkembang dengan baik karena perkembangan otak menentukan tingkat kecerdasan.

Agar jaringan sel otak dapat bertumbuh menjadi lebih banyak, perlu perangsangan atau stimulasi. Stimulasi otak bisa dilakukan dengan berbagai bentuk dan cara diantaranya sentuhan, pijatan (baby massage), melatih pergerakan, keseimbangan, mengajak berbicara, bermain, bertanya, berekspresi, mendengarkan musik, senam otak, brain games, dan lain-lain.

Faktor lingkungan, pola asuh, serta  asupan gizi juga sangatlah penting. Bila anak kekurangan gizi dapat mengakibatkan daya tahan tubuh anak menjadi lemah, mudah lelah, bahkan menjadi mudah sakit sehingga anak akan mengalami penurunan tingkat kecerdasan.

Oleh karena itu diharapkan orang terus  melatih dan memotivasi anak untuk mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi, serta seimbang dengan kebutuhan energinya untuk bergerak dan beraktivitas.

Namun bagi orang tua yang mengalami kesulitan memberikan makanan yang bergizi kepada putra putrinya, ada beberapa solusi diantaranya dengan mengkonsumsi B Neutrio atau Bakso dan Sosis Setara